RUANG LINKUP PERKEMBANGAN KURIKULUM IPS DI SEKOLAH DASAR
Dosen Pembimbing :Risky Dwiprabowo, M. Pd.
Disusun
oleh:
Ratna
Eka Tungga Dewi
20178600017
Program
Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
(PGSD)
Sekolah
Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan
Kusuma
Negara Jakarta
2020
KATA PENGANTAR
Pendidikan sangat penting untuk seluruh masyarakat pada
umumnya dan pelajar pada khususnya. Karena sebuah pendidikan akan melahirkan
sebuah karakter yang berkualitas jika pendidikan itu diterima dengan kualitas
yang baik. Pendidikan sangat berguna di berbagai kalangan masyarakat.
Pendidikan itu bisa didapatkan di sekolah, lingkungan rumah, tempat
pembelajaran non formal dan lain-lain. Pada era modern ini, sudah banyak
masyarakat yang mengerti akan pentingnya Ilmu pengetahuan Sosial. IPS bukan
hanya sekerdar bagaimana cara manusia menjadi makhluk sosial namun lebih dari
itu IPS mempunyai banyak sekali cabang ilmu. Pekembangan Kurikulum IPS di Sekolah Dasar Sangatlah
penting kita ketahui supaya tahu sampai mana perkemangannya dimasa sekarang dan
yang akan dating.
Makalah ini dibuat guna memenuhi
tugas individu pada mata kuliah Pendidikan IPS SD di
STKIP Kusuma Negara program studi Pendidikan Guru Sekolah dasar yang dengan
membuat ini Saya dibimbing oleh Bapak Dosen Risky Dwipabowo, M.Pd. .
Semoga makalah ini dapat berguna baik bagi Kami maupun untuk kepentingan umum.
Jakarta, Maret 2020
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Makalah ini Kami sebagai tugas presentasi Saya di Kelas PGSD
Reguler 6C dalam mata kuliah Pendidikan IPS SD
B. Tujuan dan Manfaat
Saya harap makalah ini dapat berguna dan dan dapat
menjadi pelajaran mengenai Ruang
Lingkup Perkembangan IPS SD yang akan
dibahas pada mata kuliah Pendidikan
IPS SD yang dapat penambah wawasan Kami pada khususnya dan orang
banyak pada umumnya. Semoga makalah ini dapat mencapai tujuan dalam
pengaplikasian Ruang Lingkup
Perkembangan IPS SD yang dapat di
aplikasikan di Sekolah dasar. dengan judul materi “Ruang Lingkup Perkembangan IPS SD”.
BAB II
PEMBAHASAN
Istilah Kurikulum yang berasal dari bahasa
latin “curriculum” semula berarti “a running course, or race course, especially
a chariot race course” dan terdapat pula dalam bahasa Prancis “courier” artinya
“to run, berlari”. Kemudian istilah itu digunakan untuk sejumlah “courses” atau mata pelajaran yang harus
ditempuh untuk mencapai suatu gelar atau ijazah. Secara tradisional Kurikulum
diartikan sebagai mata pelajaran yang diajarkan di sekolah. Pengertian
Kurikulum yang dianggap tradisional masih banyak dianut di Indonesia. Menurut Harold
Alberty dan John Kerr Kurikulum yaitu segala pengalaman anak di sekolah di
bawah bimbingan sekolah.
Kurikulum bukanlah buku, Kurikulum
bukanlah sekadar dokumen yang dicetak. Untuk mengetahui kurikulum sekolah tidak
cukup mempelajari buku kurikulumnya, melainkan juga apa yang terjadi di
sekolah, di dalam kelas, di luar kelas, kegiatan-kegiatan di lapangan atau aula
dan sebagainya.
Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan
Fungsi Kurikulum
Dalam pendidikan, kurikulum memiliki beberapa fungsi yang sangat penting. Adapun beberapa fungsi kurikulum adalah sebagai berikut:
1. Fungsi Penyesuaian
Dalam hal ini, pengertian kurikulum berfungsi sebagai alat penyesuaian (the adjustive or adaptive function) adalah kemampuan dalam menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi di lingkungan yang dinamis.
2. Fungsi Integrasi
Dalam hal ini, yang dimaksud dengan fungsi integrasi (the integrating function) dalam kurikulum adalah suatu alat pendidikan yang dapat menciptakan individu-individu yang utuh, dapat diandalkan, dan berintegrasi di masyarakat umum.
3. Fungsi Diferensiasi
Dalam hal ini, yang dimaksud dengan fungsi diferensiasi (the diferentiating function) dalam kurikulum adalah suatu alat yang dapat memberikan pelayanan terhadap perbedaan-perbedaan pada setiap siswa yang harus dilayani dan dihargai.
4. Fungsi Persiapan
Dalam hal ini, yang dimaksud dengan fungsi persiapan (the propaeduetic function) dalam kurikulum adalah sebagai alat pendidikan yang dapat mempersiapkan para siswa ke jenjang pendidikan berikutnya, serta dapat mempersiapkan diri agar dapat hidup di dalam masyarakat.
5. Fungsi Pemilihan
Dalam hal ini, yang dimaksud dengan fungsi pemilihan (the selective function) dalam kurikulum adalah adanya kesempatan bagi para siswa untuk memilih program belajar sesuai dengan minat dan bakatnya.
6. Fungsi Diagnostik
Dalam hal ini, yang dimaksud dengan fungsi diagnostik (the diagnostic function) dalam kurikulum adalah sebagai alat pendidikan yang dapat memahami dan mengarahkan potensi para siswa, serta memahami kelemahan dirinya dan memperbaikinya.
Manfaat Kurikulum
1. Manfaat Kurikulum Bagi Guru
- Kurikulum dapat digunakan sebagai pedoman untuk merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi hasil kegiatan pembelajaran.
- Kurikulum dapat membantu memberikan pemahaman kepada tenaga pengajar dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya.
- Kurikulum dapat mendorong tenaga pengajar untuk lebih kreatif dalam proses belajar-mengajar.
- Kurikulum dapat membantu menunjang pengajaran agar lebih baik.
2. Manfaat Kurikulum Bagi Sekolah
- Kurikulum akan mendorong sekolah untuk menyukseskan penyelenggaraan pendidikan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan).
- Kurikulum akan membuka peluang bagi pihak sekolah untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan.
- Kurikulum dapat digunakan sebagai alat dalam upaya pencapaian tujuan program pendidikan.
3. Manfaat Kurikulum Bagi Masyarakat
- Kurikulum dapat dijadikan pedoman atau standar bagi orang tua dalam membimbing proses belajar anaknya.
- Kurikulum memungkinkan masarakat untuk ikut berpartisipasi dalam mengembangkan dan menyempurnakan program pendidikan, yaitu melalui kritik dan saran membangun.
Ruang Lingkup Kurikulum IPS SD
- Kurikulum 1964 dan 1968, IPS diajarkan sejak kelas I SD.
- Kurikulum 1975, PKn dipisah dari IPS dan dinamai PMP. PMP diajarkan sejak kelas I tetapi IPS mulai kelas III
- Kurikulum 1986, sejarah lokal tetap berada dalam IPS, tetapi sejarah nasional menjadi sub bidang studi tersendiri dan diajarkan mulai kelas IV
- Kurikulum 1994, IPS diajarkan mulai kelas III, materinya terintegrasi yang ditunjang oleh berbagai disiplin ilmu.
- Kurikulum 2002 adalah KBK, IPS diajarkan mulai kelas I.
- Kurikulum 2006 adalah KTSP, yang mempunyai prinsip pengembangan dan terpadu dan tanggap terhadap perkembangan IPTEK.
- Kurikulum 2013 semua mata pelajaran dilebur dalam satu pelajaran tematik
- Kelas 1-2 materi diintegrasikan ke dalam pelajaran bahasa Indonesia, PKN dan Matematika
- Kelas 3-6 materi IPS terdapat KD muatan pelajaran IPS diintegrasikan dalam pembelajaran tematik
Sumber :
- Wikipedia.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar